Jumat, 28 September 2012

Peran kita dalam Bullying

Hello all! yah, sesuai dengan apa yang aku katakan, bahwa blog ini bersisi semua yang ada di kepalaku. jadi, ini pikiran pertamaku.

Pastinya, di setiap sekolah, ada berbagai macam tipe anak. Ada anak yang pinter, populer, biasa aja, sampai penindas atau yang ditindas. Banyak banget kan?

Khususnya bagi yang ditindas, pasti nggak enak banget deh, di-bullying. Di-bullying itu nggak harus dihajar sampai luka-luka, lho, bisa melalui kekasaran non verbal, misalnya, diejek, dicemooh, dikucilkan, atau merusak nama baik orang itu. Pastinya akibat dari kegiatan kekerasan non-verbal ini bakal lebih berpengaruh ya...

Kalau dari temen-temen yang membaca artikelku yang kebetulan juga mengalami hal ini, jangan berkecil hati atau takut yah.. kalau kalian ditindas, laporkan saja ke orangtua, guru, atau konselor. Bukannya mau jadi tukang ngadu, enggak ko, tapi, kita harus meminta jalan keluar yang lebih baik dengan menceritakan masalahmu pada mereka. Setuju kan?

Nah, katanya Pak Mario Teguh, setiap orang mempunyai perannya masing-masing. Yang menentukan kita sukses atau tidak, ya apakah kita sudah menjadi yang terbaik dalam peran itu. nah. temen-temen, gimana kalau peran kita, sebagai yang ditindas adalah membuat orang yang menindas kita berdecak kagum dan berkata "Wow!", ketika kita bisa membuktikan kepada mereka, bahwa kita jauh lebih sukses dari mereka di masa depan? Pikirkan itu... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar